Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
John Wesley pernah berkata,
“Allah tidak melakukan apapun selain menjawab doa. Doa menggerakkan tangan
Tuhan untuk bertindak dan melalui doa, Tuhan membuat yang tidak mungkin menjadi
mungkin.”
Hallesby juga berkata , “Doa adalah syarat bagi semua
pekerjaan dalam Kerajaan Allah. Dengan doa kita menggapai kuasa sorgawi untuk
menolong kita dalam ketidakberdayaan kita, kuasa yang dapat menghancurkan
benteng-benteng dan membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.”
Doa John Wesley
Oh Tuhan,
Engkau tidak pernah lelah berbuat kebaikan kepadaku.
Jangan biarkan aku lelah melayani Engkau.
Tetapi seperti Engkau bersukacita dalam kelimpahan hambamu,
maka izinkan aku untuk bersukacita dalam melayani Tuhanku,
dan berkelimpahan dalam pekerjaanMu dan dalam kasihMu dan pujian
Labels: Artikel
Saat itu adalah tahun 1857, dimana Amerika
perdagangan saham di Amerika tengah berada dalam kehancuran, hal itu membuat
seorang bisnisman berteriak kepada Tuhan dan bertanya apa yang harus dibuatnya,
sementara banyak pengusaha waktu itu yang bunuh diri ataupun menjadi gila
karena kehilangan harapan.
"Jeremiah Lanphier pada tahun itu, ditengah
kehancuran keuangan berkata kepada Tuhan, ‘Tuhan, apa yang Engkau mau aku
lakukan," cerita pendeta Bruce Berliner, penulis dari The Wall Street
Revival.
Pada
150 tahun lalu, di jalan William dan Fulton dekat Manhattan, sebuah perempatan
yang sangat padat karena dekat dengan Wall Street, New York. Disana dulu ada
sebuah gereja kecil Reformed Belanda, dimana Jeremiah mulai berteriak kepada
Tuhan dengan memulai sebuah persekutuan doa kecil di siang hari. Tetapi yang
tak pernah disangka, pertemuan doa itu menjadi sebuah momentum yang akan
membawa keselamatan kepada sekitar 2 juta orang.
"Jeremiah
bertanya pada Tuhan, ‘Tuhan apa yang Engkau mau aku lakukan?' dan Tuhan
menjawabnya , ‘Berdoa'. Maka dia memulai pertemuan doanya pada hari Rabu, 23
September 1957."
Satu
setengah jam pertama dia berdoa seorang diri. Namun kemudian ada enam orang
datang. Pada minggu depannya hadir 14 orang. Dan setiap minggunya yang hadir
dalam doa siang itu semakin bertambah, bahkan tak tertampung lagi.
"Dan
dalam beberapa bulan, di New York lebih dari 10.000 orang di selamat kan setiap
minggunya," jelas pendeta Bruce.
Pada
setiap siang di seluruh New York, di setiap gedung selalu ada orang yang
berdoa. Di hotel, di bioskop, apartemen, kantor, dan setiap tempat yang
memungkinkan selalu dipenuhi dengan orang-orang yang berdoa. Kemudian kegerakan
ini menyebar ke seluruh Amerika.
"Bayangkan,
saat itu ada 30 juta orang yang hidup di Amerika. Satu juta diantaranya
diselamatkan karena pertemuan doa waktu itu." Kata Pendeta Ted Lavigne
dari the Fulton Street Revival.
"Uniknya
kebangunan rohani saat itu adalah tidak ada campur tangan manusia saat itu. Hal
itu benar-benar hanya karena hadirat Tuhan. Tidak ada kotbah sama sekali.
Orang-orang hanya datang untuk berdoa," tambahnya.
Setelah
itu, kebangunan rohani ini menyebar keseluruh dunia. Doa membawa Amerika
bangkit kembali dan berjaya menjadi negara yang kuat.
Hari
ini, keadaan yang sama terjadi ditempat yang sama dalam waktu yang berbeda.
Apakah Tuhan akan menjamah Amerika dengan cara yang sama? Hanya Tuhan yang
tahu, cara apa yang terbaik untuk membawa Amerika dan bangsa-bangsa kembali
padanya. Tetapi Tuhan selalu bergerak dengan cara yang sama, baik di jaman kuno
masa para nabi, pada tahun 1957, maupun hari ini. Saat umatnya bertobat, berdoa
dan datang pada-Nya, Dia akan melangkah dari tahta-Nya. Jadi mari berdoa bagi
Amerika, karena kesejahteraan Amerika pastinya berdampak pada kesejahteraan
Indonesia bahkan dunia.
Labels: Artikel
Subscribe to:
Posts (Atom)

